Persiapan Keberangkatan LPDP Angkatan 159

Persiapan Keberangkatan PK LPDP 2020

Setelah pengumuman kelolosan bulan Desember 2019, pada bulan Januari 2020 saya akhirnya menerima email invitation untuk dimasukkan ke dalam grup PK-159. Pasti banyak yang penasaran kan, sebenernya Persiapan Keberangkatan alias PK LPDP itu ngapain aja sih? 

Menunggu Jadwal PK

Meski telah ditetapkan lolos seleksi wawancara, pelamar LPDP belum resmi dinyatakan sebagai awardee karena pelamar akan diminta untuk mengikuti semacam training yang disebut PK. PK ini juga sebagai seleksi akhir ya. Jadi yang nggak bisa ikut kegiatan ini maka otomatis dianggap gugur sebagai calon awardee LPDP. Surat undangan PK hanya akan dikirimkan sekali ke calon awardee, sedangkan kepastian untuk PK ini juga sangat mepet. Jadi semacam gambling kalau boleh dibilang. Kami cuma tahu kisaran tanggal PK tapi kepastian turunnya surat baru keluar di hari Jumat sore sebelum Seninnya PK (berdasar beberapa PK sebelumnya). Jadi yang merasa di bulan itu atau di tanggal itu berhalangan hadir, bisa mengajukan pindah PK sesuai aturan yang telah ditetapkan LPDP. Tapi ingat bahwa izin untuk pindah PK adalah murni hak LPDP untuk menyetujui atau tidak. Di kasus angkatan saya, PK nya "mundur" seminggu dari perkiraan awal 24 Februari, menjadi tanggal 2 Maret 2020 karena kegiatan PK sempet off seminggu yang alasannya kami nggak tau. Alhasil, temen-temen yang sudah booking tiket pesawat/kereta/hotel dll harus reschedule ulang dengan resiko ada tambahan biaya. Intinya harap-harap cemas gitu deh nunggu pengumuman tanggalnya.  Alhamdulillah karena angkatan saya mau ada sospro di hari Sabtu akhirnya surat undangan bisa turun di Hari Rabu.

Persiapan Keberangkatan PK LPDP 2020

Tugas PK

Sebelum PK berlangsung, calon awardee bakal kedapatan tugas-tugas yang harus dikerjakan bersama satu angkatan. Saya baru tau lho sejujurnya kalau kebanyakan tugas-tugas itu nggak wajib, jadi kebijakan masing-masing angkatan aja mau gimana. Jadi satu angkatan ini dianggap sebagai suatu organisasi gitu yang santuy nggaknya, seru nggaknya, ribet nggaknya kegiatan PK plus masa depan angkatan ditentukan oleh masing-masing anggotanya. Awalnya, kami diminta untuk memilih 5 Perwakilan Angkatan (PA) sebagai jembatan komunikasi antara calon awardee dengan tim LPDP terkait kegiatan PK ini. Misalkan setelah PK ini mau dipilih ketua baru juga silakan saja. Dalam kasus angkatan kami, PA yang sudah dipilih juga menjadi ketua angkatan kami seterusnya (sejauh ini gitu ya, nggak tau nanti kalau ada wacana mau dibikin kepemimpinan 5 tahunan atau sejenisnya). Setelah PA dipilih, divisi-divisi dibentuk untuk menyukseskan acara PK plus menindaklanjuti tugas-tugas yang sudah diberikan oleh LPDP. Saya masuk di divisi administrasi & keuangan sesuai minat yang saya pilih sebelumnya. Di dalam divisi ini dikerucutkan lagi dan saya masuk di tim admin yang tugasnya paling sering disuruh bikin Berita Acara (BA) untuk setiap tugas yang telah diselesaikan oleh angkatan. Tugas-tugas yang kami kerjakan antara lain membuat nama angkatan, tema angkatan, maskot angkatan, nama kelompok, dan lagu angkatan, serta mempersiapkan acara PK. Selain yang saya sebutkan barusan, ada 5 tugas wajib yang harus diselesaikan tiap angkatan yaitu menghafal pancasila, mars LPDP & ikrar LPDP, mengadakan social project, membuat buku angkatan, membuat video angkatan, dan membuat laporan harian saat PK nanti. Untuk menyukseskan semua ini, selain komunikasi lewat online biar lebih afdol dilakukan kopi darat tiap region. Kopdar ini juga masuk salah satu tugas "sunnah" PK ya. Kebetulan salah satu member kopdar Surabaya dulunya awardee magister dan sekarang akan melanjutkan program doktor (harus ikut PK lagi guyss ternyata). Kata masnya ini angkatan dulu-dulu tugasnya lebih banyak jadi bersyukurlah yang ikut PK sekarang wkwk.

Social Project (Sospro)

Kehebohan kami bertambah karena kakak PA ingin melakukan social project (sospro) H-2 sebelum PK agar sebagian anggota bisa kumpul sejak di hari Sabtu untuk meminimalkan kemungkinan peserta datang telat di Hari Senin. Jadi kami harus mengerjakan 2 "proyek" besar sekaligus yaitu PK dan sospro. Saya sendiri masuk tim sospro ini mewakili region Jatim dan membantu di bagian edukasi kesehatan dan kompos serta baksos tanaman. Karena saya tidak bisa terlibat secara fisik maka saat itu saya berusaha aktif membantu mencarikan bibit tanaman yang bisa dilakukan dari jauh. Mulai dari browsing, tanya-tanya by WA maupun telpon, sampai akhirnya ketemu yang cocok. Sempet stress juga karena hampir saja sudah mau deal eh tiba-tiba kayak di PHP gitu padahal tinggal 2 hari lagi. Tapi alhamdulillah berkat bantuan teman-teman yang lain waktu hari H bibitnya bisa tersedia. Menurut saya kegiatan sospro angkatan kami yang dirancang dalam kurun waktu 2 minggu ini super gila dan ambisius ya hahaha tapi surprisingly dapat terlaksana juga berkat leadership, networking, dan kerja sama dari temen-temen angkatan utamanya kakak-kakak PA dan ketua divisi sospro. Tema angkatan kami kan tentang pariwisata dan dipilih lokasi proyeknya di Setu Babakan Jakarta yang merupakan kampung budaya betawi. Nah komponen acaranya itu aja ada clean up day, pemasangan signage, pemasangan komposter, edukasi kesehatan dan pembuatan kompos plus ecobrick, seminar UMKM, pembuatan mural, pemasangan lampu tenaga surya, serta penanaman bibit tanaman. Awalnya bahkan mau donasi kano/boot karena ada wisata danaunya juga plus renovasi toilet tapi karena uang sponsorship yang didapat terbatas akhirnya rencana ini dipending dulu. Insya Allah akan ada uang sponsorhip yang menyusul sehingga kemungkinan beberapa program bisa dilanjutkan.

Persiapan Keberangkatan PK LPDP 2020

Pengalaman Sebelum PK

Saya berangkat hari Sabtu pagi jam 5 dengan pesawat dan sempet nitip barang-barang ke Febi sebelum berangkat menuju Setu Babakan. Alhamdulillah acara sospronya bisa berjalan dengan cukup lancar hingga pukul 5 sore. Saya malemnya nginep di kosannya Febi sampai hari Minggu. Minggu siang sempet hang out sama Febi wkwk dan sorenya pergi ke Hotel Mercure Ancol buat gladi bersih opening ceremony PK. Malamnya saya nginep di Hotel Mercure patungan sama Mbak Nita dan Mbak Tessa yang baru kenal pas PK ini. Dengan nginep di venue yang sama dengan venue PK, Senin paginya saya nggak perlu buru-buru bangun pagi dan pergi membelah lalu lintas Jakarta yang nggak bisa diprediksi.

Mekanisme PK

PK itu meski kesannya acara yang dibuat oleh LPDP, sebenernya adalah acara dari calon awardee sendiri untuk calon awardee juga. Jadi kami sebagai calon awardee boleh mengajukan guest speaker siapa yang ingin dihadirkan (tapi tetep atas persetujuan pihak LPDP dan ketersediaan waktu pembicara itu sendiri), mendesain opening plus closing ceremony, dan mengkonsep isi acara di sesi By You For You (BYFY) serta integrity sport. Oh iya kami sempet heboh sebelumnya karena ada isu PK akan berlangsung selama 2 minggu. Untungnya sampai angkatan kami masih 5 hari seperti sebelumnya ya. Setiap hari acara dimulai jam 5 pagi untuk integrity sport hingga jam 7 pagi. Lalu dari jam 8 pagi hingga jam 10 malem akan dibagi menjadi 5 sesi yang terdiri dari materi dari guest speaker dan BYFY. Pada prakteknya, jam materi disesuaikan dengan kehadiran para guest speaker (maklum kebanyakan orang penting) dan harus molor hingga lebih dari jam 10 malam. Biasanya harus lanjut hingga tengah malam lebih untuk mengerjakan laporan harian. Alhasil biasanya cuma bisa tidur 3 sampai 3,5 jam per hari. So penting banget jaga kesehatan biar nggak sakit. Kalau saya kemarin didopping pake vitamin. Tapi ada juga tim medis dari LPDP maupun dari tim angkatan sendiri jadi nggak perlu khawatir kalau ada keluhan. Dari segi makanan oke banget, bahkan cenderung berlebihan hehe karena selain makan utama 3x sehari ada tambahan 2x coffee break. Venue Hotel Mercure Ancol juga bagus dan nyaman banget ya alhamdulillah.


Maskot angkatan - Khatu dan Listi (plus versi traveller)


Kegiatan PK

Dalam satu angkatan yang terdiri dari 197 peserta, kami dibagi secara acak ke beberapa grup dan saya masuk di grup Wakatobi yang terdiri dari 33 calon awardee. Untuk roommate nya pun juga sudah ditentukan. Saya sekamar dengan Kak Irma yang merupakan salah satu kakak PA. Saat opening ceremony, yang awalnya harusnya pagi akhirnya diundur ke sore hari karena Dirut LPDP baru bisa hadir. Untuk pembukaan sendiri dibentuk beberapa tim mlai dari tim padus, tim tari, tim pembawa panji, tim penerima tamu, dll. Kami memakai baju tradisional dari daerah masing-masing dan diminta untuk menghafalkan gerakan tarian. Di hari keempat, biasanya ada acara outing yang isinya baru dikasih tau ke peserta di hari Rabu malam. Angkatan kami kedapatan rafting di Sukabumi dan kami diminta berangkat dari hotel jam 1 pagi. Sayangnya, pas pagi itu hujan lumayan deres dan saya agak ngeri juga sih masa rafting di tengah hujan gini ya. Akhirnya rafting diundur hingga jam 10 pagi dan rutenya pun dipilih yang nggak terlalu panjang plus lebih aman dibanding rute biasanya. Tapi tetep aja ya pas ke sungai liat arusnya waaah deres bangett. Dulu waktu rafting di Banjarnegara aja nggak sederes ini huhu. Sempet ada anggota kelompok yang perahu karetnya kebalik tapi alhamdulillah gapapa sih. Hari terakhir sebelum penutupan kami saling tukar kado sama nyicipin ccemilan khas daerah yang udah dibawa peserta lain. Saya agak heboh bawa kardus gede isinya kerupuk udang wkwk untungnya aja habis.  Sore pas penutupannya belum bener-bener selesai, saya udah ijin duluan sama Mbak Nita soalnya takut nggak keburu check in pesawat jam 8 malam yang ternyata delay hahaha.

Komposisi Angkatan

Berdasarkan data, PK-159 ini paling banyak jumlah calon doktornya (kebanyakan program BUDI), diikuti dengan PNS (kebanyakan dari kementrian keuangan sendiri ya seperti dari Dirjen Pajak), baru diikuti program reguler magister, para santri, dan ada 2 peserta disabilitas. Bisa bertemu orang dari seluruh Indonesia dengan latar belakang yang berbeda sungguh suatu pengalaman yang berharga. Indonesia memang punya banyak sumber daya manusia yang bertalenta tinggal gimana kita bisa mengaturnya. Majulah..Semangatlah..Jaya 😁 Kalau mau kepo tentang angkatan kami Gardhika Kathulistiwa (asal kata Garuda-Adhikara Khatulistiwa) bisa main ke akun instagram kami ya!

Note : per hari ini PK setelah PK-160 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat corona. Ada wacana untuk membuat PK online tapi konsepnya masih digodok oleh tim LPDP. Stay safe and healthy everyone!

Comments

Popular posts from this blog

Part Time Job di Jepang

G30 Nagoya University

I Love My Apato!