Posts

Showing posts from 2020

Cerita PCOS (3)

Image
Previous Post   Setelah konsul ke keluarga maupun temen, saya dan suami berencana untuk cari second opinion ke 3 tempat, ke Prof Budi Santoso (Prof Bus) yang merupakan dokter temen saya, dr Maya yang merupakan kakak dari sahabat mama, dan ke RS Ferina tempatnya temen kerja dulu program bayi tabung. Prof Bus dan dr Maya ini sama-sama konsultan fertilitas, sedangkan sistem di RS Ferina itu kita nggak bisa pilih dokter karena mereka kerjanya tim yang terdiri dari dokter kandungan maupun androlog. Awalnya, kami ke Prof Bus di Klinik El Shafi Jemursari karena agak males kalo ke RSIA Kendangsari. Selama pandemi ini pasiennya dibatasin sekitar 10 pasien untuk kontrol hamil dan 10 pasien untuk program hamil. Kalo mau konsul sama dokternya bisa telpon dulu atau WA ke admin mereka buat registrasi, nomernya nanti sesuai urutan dateng waktu hari H. Waktu konsul dengan Prof Bus ini jujur aja kami kaget karena pendekatan beliau berbeda banget dengan dokter saya sebelumnya. Beliau langsung bilang kal

New Chapter in Life : Menjadi Mahasiswi Magister di Universitas Airlangga

Image
Setelah urusan LPDP beres, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah hunting LoA. Tapi karena pilihanku cuma 1, meski boleh pilih 3 waktu daftar LPDP, yaudah aku fokus aja daftar jurusan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) di Universitas Airlangga alias Unair. Sejak Februari tuh udah nungguin karena biasanya pendaftaran itu dibuka dari bulan Februari-Maret tapi waktu itu nelat nggak buka-buka. Rumornya mungkin karena ada pergantian rektor. Akhirnya awal Maret ada pengumuman pembukaan pendaftaran dan aku langsung gas ngelengkapin semua berkas yang disyaratkan. Eh tapi ternyata Maret itu kan awal mula pandemi di Indonesia ya. Alhasil, semua jadwal itu berubah dengan sangat dinamis wkwkwk sampek akhirnya aku baru ujian masuk itu di awal Agustus.  Setelah ujian pun, peserta nggak dikasih kejelasan kapan pengumuman dsb jadi posisiku waktu itu kayak nggantung menunggu kabar yang entah kapan akan datang. Di akhir Agustus alhamdulillah akhirnya pengumuman penerimaan maba semester ganjil k

Menjadi Istri Seorang PPDS

Image
Saya inget banget waktu pengumuman suami diterima PPDS itu temen-temen suami dan temen-temen saya pada nyelametin suami, tapi nggak nyelametin saya hahaha. Rata-rata pada bilang yang sabar ya jadi istri PPDS, atau harus sabar ya tapi aku yakin kamu pasti bisa, dan ucapan lain sejenis itu hihi. Tapi apa emang jadi istri PPDS semenakutkan itu ya? Sejak jaman sekolah saya emang nggak pernah tertarik jadi dokter, meski banyak orang bilang saya cocok dan nilai saya juga bagus. Saya suka biologi tapi nggak pingin gitu masuk kedokteran. Alasan utamanya saya itu nggak kuat liat benda tajam yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia,ya kayak nyayat-nyayat, mbedah-mbedah, pokoknya saya nggak suka banget lah ngotak-atik badan orang. Alasan selanjutnya adalah saya mikir kalau saya masuk FK saya nggak bisa keluyuran wkwk. Apalagi target saya kan pingin kuliah di luar negeri habis lulus SMA. Lah kalau masuk FK kan ya nggak mungkin ke luar negeri juga kecuali mau jadi warga negara sana, Selain itu saya d

Cerita PCOS (2)

Image
Previous post Bulan januari 2020 kayaknya saya sempet telpon untuk booking konsul tapi dapet antriannya panjang jadi males hehe, mungkin karena awal tahun ya. Akhirnya saya dapet jadwal yang pas di Bulan Februari. Waktu kontrol di bulan ini, dr. Frans ngasih saya klomifen (obat penyubur) untuk diminum selama 3 hari (yang ternyata salah arahan, harusnya 5 hari umumnya. Antara saya yang salah denger atau dokternya yang salah ngomong wkwk). Lalu dikasi jadwal berhubungan juga dan disuruh kontrol 2 minggu lagi. Tapi antara  jadwal kontrol dengan keadaan saya dan suami waktu itu kok nggak pas, jadi ujung-ujungnya kami skip konsul. Lha kok di Bulan Maret malah mulai pandemi corona di Indonesia. Alhasil, kunjungan ke klinik pun sangat dibatasi. Suami juga sibuk banget di RS. Kami libur program selama 2-3 bulan sampai akhirnya di bulan Mei suami bilang coba deh diminum lagi klomifennya (jangan ditiru ya wkwk). Sambil telpon klinik kira-kira paling cepet bisa dapet kontrol kapan. Akhirnya kami

Cerita PCOS (1)

Image
Cerita di bawah ini adalah pengalaman pribadi saya dalam mendapatkan buah hati karena ternyata Allah menakdirkan saya harus bersabar dan berjuang untuk mendapatkannya. Semoga cerita sedikit ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang membaca dan membutuhkan informasi yang relevan.  *********************************************************************************** Sebenernya waktu awal menikah kami memang nggak berencana langsung punya anak at least 6 bulan pertama, meski nggak ketat-ketat banget juga sih batesannya hehe. Intinya santai dulu lah toh kami dulu sebelum nikah juga bukan yang pacaran kemana-mana bareng jadi mau nikmatin dulu gitu. Waktu bulan kedua atau ketiga pernikahan itu kami sempet ngira saya hamil soalnya saya sempet telat haid 10 hari. Eh tapi ternyata haid juga haha yaudah. Setelah 6 bulan ternyata saya memang nggak hamil, jadi kami mulai bener-bener ngepasin dengan jadwal subur saya. Setelah 3 bulan berlalu suami saya mulai curiga juga hmm kenapa ya kok nggak hamil-ham

Review Tinggal di Apartemen Gunawangsa Manyar Surabaya

Image
Post ini mungkin late post banget ya hehe tapi nggak apa-apa daripada nggak sama sekali. 😜 Lagian melalui postingan ini saya pingin menandai satu tahunnya saya dan suami pindah ke apartemen hihi.  Pemandangan dari kamar apartemen saya Tanggal 10 Bulan Mei tahun 2019 yang lalu, saya pindah ke Apartemen Gunawangsa Manyar Surabaya secara tiba-tiba. Ini bener-bener nggak di planning sebelumnya. Gara-garanya nih di akhir Bulan April suami dapet pengumuman kalau dia diterima di  PPDS IPD Universitas Airlangga.  Alhamdulillah saya seneng banget waktu itu karena artinya saya nggak perlu pindah keluar kota, cukup pindah tempat tinggal aja wkwk. Nah tapi pindah kemana nih? Saat itu pilihannya antara ngekos atau ngontrak yang deket sama RSUD Soetomo dan harus gercep nyarinya soalnya habisnya pengumuman itu suami langsung udah banyak kegiatan. Waktu itu saya sempet nanya-nanya ke sepupu yang dulunya mahasiswa FK Unair plus nanya ke temen yang kebetulan suaminya itu kakak kelasnya suami

Persiapan Keberangkatan LPDP Angkatan 159 (Part 2)

Image
Setelah sebelumnya saya bercerita mengenai pengalaman teknis mengikuti PK Angkatan 159,  di postingan kali ini saya ingin berbagi sedikit informasi dan ilmu yang saya dapat dari materi yang diberikan oleh pihak LPDP. Bersama member grup Wakatobi Hari pertama ada 4 materi yang disampaikan dan semuanya diisi oleh perwakilan dari pihak LPDP. Awalnya PIC PK LPDP Mas Rafi yang memberikan informasi general mengenai perkembangan LPDP dari awal hingga sekarang. Beberapa poin yang disampaikan beliau antara lain: LPDP ini meskipun di bawah Kementrian Keuangan, tapi ternyata donasinya berasal dari 9 kementrian.  Pelamar LPDP sekitar 24 ribu (tiap tahun mungkin ya, maaf nggak ada keterangnnya di catatan saya) sedangkan LPDP target kuota awardee adalah 5-6 ribu tiap tahunnya namun hingga kini kuotanya belum pernah terpenuhi. Jadi yang lolos itu memang yang memenuhi kriteria LPDP, bukan hanya sebatas pemenuhan kuota. Kalau sudah lulus tes SBK-nya LPDP kemarin bisa dibilang lulus tes

Persiapan Keberangkatan LPDP Angkatan 159

Image
Setelah pengumuman kelolosan bulan Desember 2019, pada bulan Januari 2020 saya akhirnya menerima email invitation untuk dimasukkan ke dalam grup PK-159. Pasti banyak yang penasaran kan, sebenernya Persiapan Keberangkatan alias PK LPDP itu ngapain aja sih?  Menunggu Jadwal PK Meski telah ditetapkan lolos seleksi wawancara, pelamar LPDP belum resmi dinyatakan sebagai awardee karena pelamar akan diminta untuk mengikuti semacam training yang disebut PK. PK ini juga sebagai seleksi akhir ya. Jadi yang nggak bisa ikut kegiatan ini maka otomatis dianggap gugur sebagai calon awardee LPDP. Surat undangan PK hanya akan dikirimkan sekali ke calon awardee, sedangkan kepastian untuk PK ini juga sangat mepet. Jadi semacam gambling kalau boleh dibilang. Kami cuma tahu kisaran tanggal PK tapi kepastian turunnya surat baru keluar di hari Jumat sore sebelum Seninnya PK (berdasar beberapa PK sebelumnya). Jadi yang merasa di bulan itu atau di tanggal itu berhalangan hadir, bisa mengajukan pinda

Jadi Tour Guide (lagi) ke Tokyo

Image
Suatu hari di bulan November 2019 tiba-tiba Mbak Manda dengan random nawarin untuk jadi guide tour buat tamu kakaknya di Tokyo pas new year. Kak Mia, kakaknya Mbak Manda ini, udah belasan tahun tinggal di Jepang dan punya bisnis private tour . Akhir taun kemarin tamunya lagi banyak jadi kakaknya hectic banget karena grup turnya ada yang dateng secara bersamaan. Padahal biasanya Kak Mia yang nge-guide tamu-tamunya sendiri. Pengalaman dulu-dulu biasanya Kak Mia nyuruh Mbak Manda tapi karena Mbak Manda sekarang punya anak alhasil dia tolak. Trus Mbak Manda nawarin aku mengingat aku pernah punya pengalaman baito jadi tour guide wkwk. Pas denger tawaran itu aku super excited dong, tapi langsung teringat kalau di bulan Desember ada pengumuman  LPDP  jadi takutnya jadwal tournya crash sama jadwal Persiapan Keberangkatan (PK) nya LPDP. Hmm jadi ragu...apalagi Mbak Manda habis hari itu nggak pernah ngungkit lagi. Akhirnya aku pasrah dan nggak berharap sama tawaran ini. Mikirnya paling n