Beasiswa Master Degree di Australia

Konnichiwaa~ 
Lanjutan dari postingan yang berjudul Banting Setir kemarin, disini aku mau jelasin sedikit tentang beberapa beasiswa S2 ke Australia.
Setelah gagal daftar Stuned karena ditolak sama beberapa univ Belanda, sebenernya aku nggak terlalu niat daftar beasiswa ke Australia. Kenapa? Soalnya aku mikirnya yang ke Australia ini aku juga daftar jurusan yang setipe yaitu health management dan international public heatlh. Nah kemarin di Belanda aja ditolakin kemungkinan besar yang di Australia ini juga deh kayaknya *pikirku* Eeh...nggak nyangka suatu hari di bulan Juni waktu masih Ramadhan ceritanya hari itu hapeku mati seharian karena chargernya ilang dan baru bisa dinyalain waktu malem. Seperti biasa aku buka email dan betapa kagetnya ada email dari Sydney University yang bilang kalo aku dapet unconditional Letter of Acceptence di international public heatlh program. Lumayan shock dan melongo baca emailnya..kok bisa keterima ya? wkwk alhamdulillaah. Gara-gara pengumuman ini mau nggak mau ngebut deh ngurus aplikasi beasiswanya. Total ada 3 beasiswa yang sudah aku daftar, 2 sudah final dan satunya lagi masih nunggu pengumuman. Ternyata beasiswa ke Australia lumayan banyak juga.

1. Australian Awards Indonesia (AAI) 
Dibuka dari 1 Februari sampai 30 April 2017. Aku ngelamar beasiswa ini sebelum keluar LoA karena beasiswanya nggak mewajibkan punya LoA. Tapi kalo memang punya LoA dan atau sedang berkomunikasi dengan pihak universitas terkait enrollment dsb bukti percakapan itu bisa dilampirkan juga di berkas lamaran AAI ini. Short essay atau personal statement nya lumayan banyak, tiap pertanyaan kira-kira harus nulis 2.000 karakter. Bikinnya rasanya lamaaa banget soalnya lagi nggak mood jadi susah dapet inspirasinya wkwk. Berikut contekan pertanyaannya:

  • What are your plans when you finish your studies?
  •  How did you choose your purposed course and institution?
  • How will the purposed study contribute to your career?
  • How have you contributed to solving a challenge and to implementing change or reform?
  • Please:- a) give up to three practical examples of how you intend to use the knowledge, skills and connections you will gain from your scholarship. Possible tasks can be personal and/or professional; and b) list any possible constraints you think may prevent you from achieving these tasks. 

Juni akhir alhamdulillah aku dikabarin kalo lolos ke tahap terakhir yaitu tes IELTS dan interview di bulan Juli. Aku bilang ke mereka kalo aku udah tes IELTS tahun ini tapi sayangnya mereka nggak mau terima. Katanya mereka cuma terima hasil IELTS yang umurnya maksimal 3 bulan hikss harus tes IELTS lagiii. Yaa yaudah gimana lagi ya..tapi nggak perlu khawatir kok soalnya tesnya kali ini gratis dibiayain sama AAI. Buat yang tinggal jauh dari tempat tes juga disediain biaya transport plus nginep, baik banget yaa. Tesnya tanggal 15 Juli dan waktu itu aku sempetin belajar seminggu (sekenanya aja sih hehe). Bener kan hasilnya 0,5 poin lebih rendah dibanding hasil bulan Februari:( tapi alhamdulillah masih memenuhi syarat kok.

Untuk interviewnya diadain seminggu setelahnya yaitu tanggal 21 Juli di IALF Surabaya, tempat yang sama dengan tes IELTS kemarin. Jam 8 sampe sana dan kita dikumpulkan di satu ruangan untuk briefing. Sempet kaget juga soalnya pesertanya cuma 10 dan semuanya cewek. Ternyata emang sengaja dibikin cewek semua biar nggak ganggu sholat Jumat. Di sesi briefing ini kita dikasi tau kalo pendaftar kemarin ada sekitar 5.300, lalu di tahap interview ini tinggal 600 orang. Finalnya nanti akan ada 300 orang penerima beasiswa dengan rincian 91 orang penerima beasiswa PhD dan sisanya master. Penguji hari itu ada 2 orang ibu-ibu. Satunya orang Indonesia dosen teknik sipil dari Universitas Parahiyangan yang dulunya juga penerima beasiswa AAI . Satunya lagi dosen geologi dari Tasmania University. Penguji di AAI ini semuanya independent, artinya mereka bukan orang dari kedubes Australia maupun bukan komite AAI. Dan menariknya lagi background penguji-penguji tersebut nggak ada yang nyambung sama background kita-kita yang bakal dites hari itu hahaha.
Karena namaku berawalan huruf I, aku dapet urutan ke 5 dari 10 peserta yang bakal diwawancarai hari itu. Peserta yang lain ada yang dosen Bahasa Inggris di Malang, kerja di perusahaan, lulusan UC Barkeley yang kerja di LSM (wow!), sampai yang fresh graduate. Sebenernya habis ngobrol-ngobrol sama mereka kayaknya aku yang paling nggak jelas wkwk mauku apa sih sebenernya...soalnya kalo yang lain gitu mereka udah sesuai bidangnya lah ya, on the track gitu. Tapi yasudahlah yang penting dicoba dulu. Tiap orang makan waktu kira-kira 30 menit dan akhirnya jam setengah 11 aku dipanggil masuk. Dan....ngerasa underperformed haha. Mereka bertanya-tanya kenapa kok beda banget jurusan yang sebelum dengan yang mau dilakuin pas S2 nanti. Mana kerjaanku sekarang nggak ada nyambung-nyambungnya sama studi. Pertanyaan lainnya kamu bisa apa nanti dengan studi yang mau kamu ambil nanti dan gimana caranya, mau jadi dosen dimana, ada yang mau ditanyakan atau diomongkan nggak di wawancara kali ini, dsb.

Setelah wawancara pasrah banget deh. Definitely not my best performance. Kayaknya sih udah berusaha banget buat nyiapin jawaban yang "tepat" tapi mungkin emang situasiku gini jadinya nggak bisa jawab dengan baik sesuai harapan atau standar mereka.  Pengumumannya molor seminggu sekitar tanggal 20an Agustus dan hasilnya adalah aku nggak dapat beasiswa AAS ini. Pengumuman dikirim lewat email ke calon penerima beasiswa yang berhasil terus yang nggak berhasil baru dikabarin belakangan (selang sehari setelahnya). Bagusnya AAI ini di email tersebut dikasi juga feedback tentang interview kemarin seperti alasan kenapa kita nggak bisa dapet beasiswa ini. Mereka juga ngasi info AAI taun depan siapa tau kita mau daftar lagi. Anyone?

2. LPDP
Untuk beasiswa satu ini kayaknya aku nggak perlu ngomong panjang lebar soalnya info tentang LPDP ada dimana-mana, iya kan? Beasiswa paling ngehits se-Indonesia lah wkwk. Yang bikin shock adalah waktu aku liat sendiri gimana antusiasme orang-orang buat dateng ke pameran LPDP yang di Surabaya. Gila banget deh waktu itu liat orang antri ngular berjam-jam demi info beasiswa...sesuatu banget. Padahal jaman dulu nggak banyak orang dateng ke pameran macam begitu. Mana taun ini peraturannya banyak banget yang berubah. Setaun LPDP cuma buka sekali dan dibagi antara beasiswa dalam luar negeri serta luar negeri. Setelah seleksi administrasi dan sebelumnya tes substansi ada yang namanya online assessment test.  Tes macam apa lagi itu? silakan di googling sendiri ya haha. Bener kata Bu Ami cepetan daftar LPDP keburu peraturannya tambah njlimet dan banyak yang daftar. Tapi apa daya waktu itu aku masih mahasiswa S1 baru di Nagoya yang nggak bisa daftar wkwkwk.

Deadline LDPP untuk universitas luar negeri awalnya ditutup tanggal 7 Juli. Tapi setelah itu ada pengumuman mendadak setelah tanggal 7 kalo pendaftarannya dibuka sampe tanggal 14 Juli. What?! Jujur ya agak kesel dengernya secara kemarin kita-kita yang sudah submit aplikasi sebelum tanggal 7 itu harusnya punya waktu lebih buat evaluasi berkas kalo mereka ngasi tau jauh-jauh hari. Alasannya juga nggak jelas kenapa. Well..yaudah bisa apa aku protes. Yang bikin nyesek harus tes kesehatan itu sih, habis kira-kira450ribuan. Gimana kalo yang mau daftar beasiswa beneran orang yang nggak mampu? 

Sayangnya untuk LPDP ini aku cuma bisa masuk sampe tahap kedua, yaitu online assessment test yang merupakan semacam tes psikologi kepribadian. Tes ini memuat VMI dan 15FQ+ yang keduanya bisa diselesaikan kira-kira selama sejam. Tesnya susah? Hmm nggak sama sekali sebenernya karena ini murni tes kepribadian ya. Jadi agak bingung juga aku mau ngevaluasi kenapa aku nggak keterima. Mungkin kepribadianku kurang cocok dengan kriteria LPDP...(?) 

3. Endeavour Scholarship 
Beasiswa ini juga dari pemerintah Australia seperti AAI tapi terbuka untuk semua orang dari berbagai negara. Jadi nggak ada kuota per negara maupun seleksi interview di tempat tinggal. Semuanya online dan cuma seleksi berkas jadi lebih ketat yaa. Berkas yang dikumpulin umum kok seperti ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi, sama short essay gitu. Kali ini pertanyaannya lebih dikit dari AAI dan cuma disuruh nulis 200-300 kata per pertanyaan. Harus bisa nulis yang bagus singkat padat dan jelas demi beasiswa ini haha. Pertanyaannya sbb:
  • Please summarise, in words that can be understood by a person outside your field, details of your proposed program, why you chose your proposed host organisation and what your proposed program is intended to achieve. Also provide details, including proposed dates and locations of any proposed fieldwork and/or internship.
  • Please provide details of how your proposed program would further your academic and/or professional career.
  •  Please explain how receiving an Endeavour scholarship or fellowship would make a difference to your personal life. 
Deadline beasiswa Endeavour ini tanggal 30 Juni. Sempet ketar-ketir gara-gara salah satu senseiku sampe tanggal 29 belum ngasi rekomendasi, untungnya pas tanggal 30 nya bisa ngirim jadi masih keburu hehe. Pengumumannya masih lama sekitar bulan Desember nanti jadi sekarang keep praying aja lah. Hope for the best!!! Bismillah :) 

Comments

  1. semoga yang terbaik ya mba yg didapet kepengen sih dptin beasiswa ke LN cuman inggrisku parah wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe makasih mbak...kalau pingin dicoba aja mbak kali rejeki,nggak smua yg ke LN inggrisnya bagus bgt jg kok 😁

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Part Time Job di Jepang

G30 Nagoya University

I Love My Apato!